Melihat gelagat manusia yang tak pernah takut pada hari akhirnya, masih enak menghirup asap rokok, masih enak makan enak-enak di tengah malam, siap snap gambar dan hantar pada kawan-kawan. wah betapa bahagianya aku, dapat menikmati juadah yang mahal ini.

Tapi ia terlupa pada sang pemberi nikmat, yang mana jaudah itu menjadi enak, yang mana mulutnya masih boleh terbuka, lidahnya boleh merasa enaknya masam manis, yang lehernya boleh mengalirkan dengan tenang segaja juadah, yang perutnya boleh menampung segala juadah, dan esoknya keluar dengan lembut sekali.

Sedang orang yang sedang berperang dengan kesakitan,
dapat merasakan nikmat itu sungguh besar,
sehingga saat ini, segalanya terbatas buat dirinya
pergerakannya, makannya, minumnya, semuaya harus dipilih,
kerana sedikit terlanjur, kesannya hampir membawa mati.

Penyair Indonesia mengukir sajaknya,

Andai bisa, aku ingin hidup seribu tahun lagi.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s